Samsung I9500 Galaxy S4

Samsung I9500 Galaxy S4
Ibarat menjadi ritual tahunan, Samsung kembali meluncurkan flagship smartphone-nya di tahun 2013, yakni Galaxy S4. Secara umum, seperti Anda lihat ruh desain dengan seri sebelumnya (Galaxy S III) nampak tidak jauh beda, hanya bila diperinci lebih dalam ada perbedaan susunan kamera utama dan flash light pada back cover. Galaxy S4 masih seperti pendahulunya, mengusung desain berlapis plastik dengan balutan bahan glossy. Galaxy S4 juga mengandalkan lekuk dengan sudut melengkung yang sangat ergonomis.

Samsung Galaxy S4 mengusung desain fullbar, tapi dengan mengusung bentang layar 5 inchi, menjadikan gadget buatan Korea Selatan ini sudah layak disebut sebagai phablet (smartphone tablet). Punya dimensi 136,6 x 69,8 x 7,9 mm dan berat 130 gram. Memperindah tampilan, karena ini adalah gadget dengan harga premium, terdapat pola-pola berbentuk belah ketupat di sekujur body, juga ada diseliling sisi body terdapat bezel plastik warna silver.

Untuk melihat lebih detail, mari kita telusuri lekuk body Galaxy S4, layarnya telah mengusung teknologi Super AMOLED Capacitive dengan kedalaman 16 juta warna. Tingkat resolusi pada layarny adalah 1080x1920 pixels dengan kepadatan pixel mencapai 441 ppi (pixel per inch), kepadatan pixelnya cukup besar, menjadikan visual layar Galaxy S4 sangat tajam dan jernih. Layar dapat merespon hingga 10 sentuhan jari secara bersamaan. Tepat diatas layar ada earpiece, lensa kamera sekunder, lampu LED, sensor proximity, dan sensor cahaya. Sementara dibawah layar terdapat tombol home yang diapit dua touchpad untuk menuju menu dan back.

Sementara itu, letak tombol on/off-pengungi layar disematkan pada sisi kanan body. Kemudian tombol pengatur volume berada di sisi kiri body. Posisi microUSB port ada di bagian bawah, dan audio jack 3,5 mm ada di bagian atas, bersebelahan port infra red. Galaxy S4 sudah mengusung konsep hotswap, meski posisi berada di balik back cover, slot microSD tidak tertutup baterai, dengan leluasa Anda bisa memasang dan mencabut kartu memori.

Catatan
Samsung Galaxy S4 tidak menggunakan konsep unibody dan memakai jenis micro SIM card. Halaman homescreen secara default ada 5 halaman, maksimal 7 halaman. Layar telah diberi perlindungan lapisan anti gores dari Gorilla Glass 3.

Fitur
Di luar dari desain, yang membedakan antara Galaxy S4 dan Galaxy S III adalah ‘jeroannya,’ jumlah prosesornya jauh lebih dahsyat hingga octa core dan sudah mengusung OS Android 4.2.2 Jelly Bean, selain itu yang juga nampak nyata adalah kamera utamanya yang punya resolusi 13 Mpix dan kamera sekunder 2 Mpix. Banyak fitur canggih yang melengkapi pada kamera, sebut saja mulai dari auto focus, beauty facem panorama, macro mode, face detection, white balance, ISO, efek, multishot, self timer, dan foto editor. Di Galaxy S4, Samsung menghadirkan sesuatu yang baru, kini untuk foto dan video disatukan antarmukanya, dengan dua tombol shutter di sebelah kanan. Di bawah kedua tombol shutter, ada mode, yang terdiri dari beberapa Mode yang menjadi salah satu keunggulan Galaxy S4 yakni Auto, Beauty Face, Best Photo, Drama, Animated Photo, Rich Tone (HDR), Eraser, Panorama, Sport, Best Face, Sound & Shot dan mode Night. Ada informasi sekilas penjelasan mengenai tiap mode jika Anda memilihnya.

Untuk rekam video, sudah dapat melakukan perekaman dengan hasil setara HD, yakni 1080p dengan kecepatan 30 fps. Uniknya pada rekam video ada dua mode, slow motion dan fast motion. Untuk slow-mo, ada 3 tingkatan yakni diperlambat 2x, 4x dan 8x. Format resolusi video diturunkan mnjadi 720p, namun kualitasnya tidak seperti 720p dalam mode normal. Menunjang fitur ini ada video editor.

Meski tak secara resmi digadang sebagai hape musik, tapi kemampuan pemutar musik Galaxy S4 sudah jempolan punya. Ada dua pemutar musik yang tersedia, yakni pemutar musik bawaan dari Google dan pemutar musik original dari Samsung. Untuk yang dari Google, rasanya sudah bisa ditebak, tak beda jauh dengan seri Android pada umumnya. Sementara pemutar musik dari Samsung hadir dengan tampilan kategori all, playlistm album, artist, music square, dan folder. Tentang music square, fitur ini membagi musik berdasarkan jenis nadanya, seperti passionate, exciting, calm atau joyful.

Meski tak mengusung 4G, karena memang belum ada layanannya di Indonesia. Kemampuan koneksi internet Galaxy S4 sudah tergolong super apik. Selain pastinya ada bekal koneksi 2G (GPRS/EDGE), akses mobile broadband juga telah mendukung hingga standar HSDPA 42,2 Mbps dan HSUPA 5,76 Mbps. Lebih hebat lagi untuk koneksi WiFi, sudah menggunakan standar a/b/g/n/ac dengan frekuensi dual band, sehingga mendukung fitur seamless WiFi. Fitur WiFi ini dapat menjalankan fungsi DLNA, WiFi direct, dan WiFi hotspot. Sementara yang lainnya ada Bluetooth, juga sudah dengan versi 4.0.

Dan untuk pertama kalinya, keluarga Galaxy S dilengkapi fitur infra red. Fitur ini sebelumnya hadir di Galaxy Note, peran yang ditwarkan fitur ini adalah sebagai remote TV dan beragam gadget lain yang memiliki koneksi infra red. Penempatan port infra red dipandang cukup ergonomis, yakni di bagian depan. Meski tidak ada bekal port HDMI (high definition multimedia interface), Galaxy S4 juga punya kemampuan membaca HDMI lewat MHL (mobile high definition link) yang terdapat pada port microUSB. Sebagaimana gadget canggih pada umumnya, Galaxy S4 juga dapat menjalankan fitur on the go, yakni membaca flash disk langsung lewat jalur microUSB.

Masih terkait internet, ada dua buah browser yang dibawa, yakni Google Chrome dan browser bawaan. Browser bawaan mampu membuka banyak sekali tab, Pada bagian atas terdapat tombol back dan forward, kolom alamat website, bookmark, dan tab. Selain itu terdapat juga fitur Incognito browser yang memungkinkan Anda untuk melakukan browsing tanpa meninggalkan jejak seperti history, cookies, password, dan lain sebagainya, pengaturan tingkat kecerahan layar, Print dan Save for offline reading.

Yang cukup unik, walau digadang dengan harga premium, Galaxy S4 tidak dibekali aplikasi office full version, melainkan hanya berupa viewer dokumen, yakni Polaris Office 5 viewer.

Catatan
Secara umum Galaxy S4 ditawarkan dalam versi memori internal 16/32/ dan 64GB, dan untuk versi yang dijual di Indonesia adalah yang bermemori internal 16GB. Telah dibekali pula dengan built in NFC (near field communication) dengan kemampuan S Beam.

Kinerja
Meski secara tampilan, Galaxy S4 kurang greget, tapi untuk kinerja bisa disebut sangat memukan, tak lain karena bekal prosesor yang unik, ada dua jenis prosesor yang ditanamkan, quad core 1.6 Ghz Cortex A15 dan quad core 1.2 Ghz Cortex A7. Dan bila dijumlah ada delapan prosesor yang ada. Tingkatan prosesor tersebut bekerja disesuaikan dengan derajat banyaknya aplikasi yang berjalan. Chipset yang digunakan adalah Exynox 5 Octa 5410 dan GPU (graphic processing unit) PowerVR SGX 544MP3, komponen inilah yang berperan dalam kinerja layar.

Galaxy S4 juga cukup kaya dengan sensor, yang tersedia adalah akselerometer, gyro, proximity, kompas, barometer, temperatur, humidity, dan gesture. Dengan bekal memori internal 16GB plus RAM 2GB, menjadikan kinerja Galaxy S4 cukup memuaskan. Untuk memori eksternal bahkan bisa membaca kartu memori sampai 64GB.

Galaxy S4 menggunakan baterai lithium ion dengan kapasitas 2.600 mAh. Dari kapasitas tersebut didapat waktu siaga hingga 370 jam dan waktu bicara sampai 17 jam. Sementara bila digunakan untuk memutar musik bisa mencapai waktu 62 jam.

selular.co.id

Google Android Rajai Pasar Smartphone

Sistem operasi Google Android memperpanjang dominasinya di jajaran smartphone. Kesimpulan ini diperoleh dari survei yang dilakukan Kantar Worldpanel Comtech di beberapa negara. Di antaranya, Spanyol, Jerman, China, Perancis, Jepang dan Amerika Serikat (AS).

Mengutip laman Channelnewsasia, Rabu (1/5), Kantar Worldpanel Comtech menyatakan angka penggunaan sistem operasi Google Android mencapai 49,3 persen dari smartphone yang dijual di pasar AS pada kuartal pertama. Sementara pesaingnya, Apple iOS pada sistem operasi untuk iPhone hanya digunakan 43,7 persen.

Android sendiri semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pangsa pasar di jajaran smartphone. Android terus melampaui Apple dengan selisih pendapatan sekitar 47,9 sampai 44,6 persen.

Di pasar utama lainnya, Android bahkan lebih dominan dengan angka 93.5 persen dari smartphone. Seperti di Spanyol, Android meraih torehan angka 73,6 persen, Jerman 69.4 persen, sementara di China dan Inggris sama-sama berada pada angka 63,3 persen.

Negara satu-satunya Apple memimpin pasar hanya di Jepang. Namun selisih dengan Android tak begitu jauh. Jika Apple 49,2 persen, maka Android ada di urutan kedua dengan 45,8 persen.

"iOS dan Android terus bertarung untuk penjualan terbanyak smartphone OS. Angka penjualannya berada diposisi tertinggi sejauh ini," ucap analis Kantar, Mar Ann Parlato

jpnn.com

Internet 4G "700 MHz" di Indonesia Paling Cepat 2018

Internet 4G "700 MHz" di Indonesia Paling Cepat 2018
Indonesia diminta memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk layanan seluler sebelum 2015. Demikian disampaikan perwakilan International Telecommunication Union (ITU) untuk Pengembangan Digital, Suvi Linden.

"Kami ingin menyampaikan proses harmonisasi frekuensi 700 MHz akan membuka akses untuk warga miskin di daerah pedesaan yang belum terjangkau perangkat seluler," kata Linden dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/5/2013), seperti dikutip dari Antara.

Linden bersama Asosiasi GSM (GSMA) mengatakan, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, memang berkomitmen untuk menggunakan frekuensi 700 MHz untuk teknologi seluler setelah 2018.

"Tapi, ada kendala, yaitu penyelenggara siaran televisi analog tidak ingin pindah sesegera mungkin. Selain kementerian lain dan pemerintah secara luas perlu dijelaskan arti penting harmonisasi frekuensi itu untuk ekonomi Indonesia," kata Direktur Senior GSMA, Chris Perera.

Di Indonesia, frekuensi 700MHz kini digunakan untuk siaran televisi analog. Pemerintah sedang melakukan program digitalisasi televisi, yang nantinya akan menghapus televisi analog. Program ini akan selesai paling cepat di akhir 2017.

Jadi, jika ingin menggelar LTE di 700MHz, pemerintah dan operator seluler harus menunggu hingga 2017.

Perera mengatakan, frekuensi 700 MHz di Indonesia belum diharmonisasikan untuk teknologi digital dan masih dipakai penyelenggara penyiaran televisi analog.

Harmonisasi frekuensi itu, sebut Perera, yaitu pemanfaatan frekuensi dari 698 MHz hingga 806 MHz di wilayah Asia Pasifik.

"(Padahal) frekuensi itu sudah diharmonisasikan setelah proses digital dividend, yaitu perpindahan televisi analog ke televisi digital yang membutuhkan kanal lebih kecil," kata Perera.

Keuntungan yang diperoleh jika memanfaatkan frekuensi itu ialah mengurangi gangguan sinyal di daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain, menghemat biaya peralatan karena spesifikasi teknis peralatan yang dipakai sama dengan negara lain di kawasan, serta membuka potensi bisnis baru dan lapangan pekerjaan baru.

Perera menambahkan, frekuensi yang rendah seperti 700 MHz juga mampu menjangkau area lebih luas karena membutuhkan lebih sedikit menara pemancar dan menembus gedung-gedung di daerah perkotaan.

"Anda bisa membuka teknologi long term evolution (LTE) atau 4G di frekuensi 2,5 atau 2,6 GHz. Tetapi, itu akan lebih mahal dibanding dilakukan di frekuensi 700 MHz selain kemampuan frekuensi itu untuk menjangkau ke wilayah perbatasan," kata Linden.

tekno.kompas.com